Rabu, 01 Juni 2016

Tuhan Berperang Ganti Kita

( Yosua 10:12-14 )

Allah masih bekerja, mulai dari perjanjiaan lama, perjanjian baru, bahkan sampai saat ini. Hidup adalah peperangan dan tidak ada satu pun yg bisa menghindarinya. Ujung dari perperangan adalah Menang atau Kalah. Dari pembacaan kita diatas, ternyata matahari dan bulan berhenti ditempatnya hanya oleh karena permintaan Yosua kepada Allah. Waktu Yosua meminta kepada Tuhan untuk memberhentikan bulan dan matahari maka secara otomatis Tuhan juga harus menghentikan jagad raya lainnya agar tidak terjadi tabrakan / kehancuran alam semesta. Ketika satu bergerak, semua harus bergerak. Jika satu berhenti, semua harus hrus berhenti. Jika bukan karena Tuhan, maka seluruh jagad raya akan mengalami kehancuran total. Tuhan mengerjakan sesuatu yg tidak mungkin untuk seorang Yosua. Kenapa Tuhan mau melakukan itu untuk Yosua???

1.    Tuhan bicara “kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu” kepada Yosua berulang kali, supaya mereka tahu bahwa Tuhan menyertai Yosua. (Yosua 3:7) Dalam peperangan iman, ada banyak hal yg tidak lazim, yg tidak bisa kita kuasai, tapi Tuhan akan mengangkat derajat Gereja karena Tuhan menyertai sampai akhir jaman. (Baca Mat 28:12-20) Janji penyertaan Allah bagi GerejaNya, Allah berperang ganti kita. Segala kuasa Tuhan ingin diimpartasikan bagi kita. Kuasa (Aion) ialah kuasa yg berlapis-lapis diberikan sesuaii kebutuhan kita. Mujizat diberikan atas permintaan kita dan Ia yg  berperang ganti kita. 

2.    Allah melatih kita percaya bahwa ada kuasa dalam ucapan orang percaya. Yosua memiliki kuasa atas ucapannya. Ucapan yg mendatangkan mujizat dekat dengan bibir kita! (Yesaya 44:25-26) Siapakah kita sehingga Tuhan meneguhkan dan melaksanakan apa yg kita perkatakan? (Baca Kel 8:13). Jaga lidah kita! Allah akan melaksanakannya karena ada kuasa dalam ucapan, kata kuncinya adalah IMAN dan PERKENANAN TUHAN.

3.     (Zefanya 3:17) Allah ada ditengah-tengah kita, endingnya Dia memberikan kemenangan. Jangan ragukan Allah sebagai Pahlawan kita.   



(FT  Ibadah Minggu Pagi, 22 Mei 2016, Oleh : Pdt Yohanes Simanjuntak)

Rabu, 22 Juli 2015

Menyembah


Roh Kudus adalah pribadi yg unik dan yg luar biasa. Banyak orang yg igin dipenuhi Roh Kudus, tapi sepertinya hanya sebagian yg menerima. Mengapa??? Padahal Gereja yg hidup dan yg kuat adalah Gereja yg suka menyembah. Tahukah anda, Tuhan mencari penyembah, bukan orang yg tahu banyak Firman. Menyembah secara fisik, berbicara soal posisi yg membungkuk atau sujud bukan berdiri atau duduk biasa. Akan tetapi yg Tuhan kehendaki ialah menyembah yg benar, yaitu menyembah dalam Roh dan Kebenaran.  Yoh 4:23-24 – “... bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran

Menyembah yg benar bicara soal sikap hati. Menyembah – PROSKUNEO, yang berarti seperti anjing menjilat tangan tuannya. Seperti itulah harusnya kita dengan Bapa. Roh Kudus hanya sejauh DOA. Lantas mengapa digambarkan seperti seekor anjing?? Karena anjing identik dengan “setia”. Jadi Tuhan mau dan mencari orang-orang yg menyembah dalam kesetiannya. Markus 7:24-30. Orang yg punya hati PROSKUNEO itu tidak patah arang. Yesaya 42:8 – “Aku ini Tuhan, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yg lain atau kemahsyuran-Ku kepada patung”. Roh Kudus tidak akan turun jika kita menyembah seperti patung, undanglah Dia saat menyembah, muliakan Dia, jangan menyembah seperti patung!

Setiap kita perlu Roh Kudus, dan biarlah kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Bagaimana caranya? Waktu kita menyembah kita harus benar-benar merasa kosong, dan tidak merasa lebih unggul dari yg lain, maka Roh Kudus akan turun keatasmu.


(FT  Ibadah Minggu Sore, 17 Mei 2015, Oleh : Pdt Pit Bawohang )