Senin, 04 Mei 2015

Kuasa Kebangkitan

Kebangkitan dan kematian Yesus adalah misi daripada Yesus sendiri. Ide Allah Bapa terwujud  oleh Yesus dengan kalimat “Sudah Selesai”. Kebangkitan Yesus adalah penggenapan dan janji Allah baik dalam perjanjian lama ataupun perjanjian baru.Dalam PL di Kejadian  3:15  keturunan anak manusia akan meremukkan kepala ular. Dalam PB di Mat 12:4, Yunus di perut ikan selama tiga hari tiga malam  mengacu pada Yesus sebagai anak manusia yg mati dan bangkit di hari ketiga.

Tiga hal dari kuasa kebangkitan :
1.   Markus 16:8b – Memegang berita yg tak terbinasakan. Berita kebangkitan adalah berita yg tak terbinasakan karena berita tersebut tergenapi.
2.    Perubahan yg harus tetap berjalan. Dalam Kis 2:14 dimana kotbah pertama Petrus yg mampu merubah beribu-ribu orang. Murid-murid yg dicekam ketakutan, merupakan hal yg tidak wajar. Tettapi Yesus dating dan memberi damai serta mengembalikan sikap yg tidak normal menjadi normal. Berita kebangkitan Yesus mampu mengubah sikap hidup para murid. Perubahan juga harus menjadi bagian kita, kebangkitan Yesus mampu mengembalikan sikap kita menjadi normal  dan memberi kemenangan bersama Yesus.
3.    Yoh 20:28.Thomas mewakili orang-orang yg kurang percaya. Namun dalam hal ini Yesus mendidik kita tentang pengangkatan diri Thomas. Percaya dengan kuasa kebangkitan bahwa ada pengakuan bahwa Yesus adalah Kurios, yaitu penguasa hidup kita. Bersikaplah tegas bahwa Yesus adalah penguasa hidup, karena Yesus tlah memberi kemenangan. Musuh terbesar manusia adalah Maut, tapi ketika kita mengambil sikap DIA sebagai Kurios maka kita akan berkemenangan.


(FT  Ibadah Minggu Sore, 05 April 2015, Oleh : Pdt Yohanes Simanjuntak)

Memilih untuk Berdoa Dan Berpuasa

Seorang raja juga dapat menjadi takut. Yosafat, seorang raja yg pernah menjadi takut ketika mendapat berita bahwa Bani Amon dan Bani Moab menyerang. Ketakutan bisa datang kepada siapa saja tanpa alasan yg jelas. Yosafat kehilangan objektifitas untuk berpikir ketika diliputi ketakutan.  Hal ini juga ditunjukkan  kepada murid-murid Yesus ketika ketakutan menghadapi angin sakal, ketika Yesus berjalan diatas air, mereka berpikir bahwa itu adalah hantu. Kehilangan objektifitas akan membuat pikiran kita terhadap sumber pertolongan menjadi negatif. Namun, ketika ketakutan itu datang kepada Yosafat, Yosafat mencari Tuhan, berseru, dan berpuasa. Mendisiplinkan diri untuk berdoa dan berpuasa  adalah tindakan iman supaya kita bisa percaya bahwa Allah adalah sumber pertolongan. Apa yg dilakukan Yosafat membuat Tuhan memberi kekuatan untuk Yosafat.Kekuatan manusia tidak akan memberi jalan keluar.

Allah berjanji bahwa Ia akan berperang dan kita berdiam diri (2 Taw 20:15; Kel 14:14) dan akan memberi jalan keluar sehingga bangsa Israel menikmati kemenangan. Alangkah luar biasa ketika kita berdoa dan berpuasa, karena Allah melimpahkan kekuatannya dan mencukupkan apa yg kita butuhkan. Rasa takut membuat kekuatan kita kecil. Sudah saatnya kita duduk diam dibawah kaki Tuhan dan menygkal diri. Tanpa penygkalan diri dan berdoa kita tidak akan bisa bertahan hidup menghadapi masalah. Mengapa yg dilakukan Yosafat berkenan di hadapan Tuhan? Karena Yosafat tidak menunda apa yg Tuhan perintahkan. 2 Taw 16:9, Raja Asa menjadi pribadi yg berkenan dihadapan Tuhan sehingga mata Tuhan tertuju padanya. Tapi karena raja Asa melakukan hal yg bodoh, maka ia mengalami peperangan. Dgn apa Yosafat bertindak? Ia melakukannya dgn menaikkan pujian (ay 26). Allah akan melimpahkan kekuatannya bagi orang yg mau berdoa & berpuasa serta memuji Tuhan.


(FT  Ibadah Minggu Sore, 08 Maret 2015, Oleh : Pdt Yohanes Simanjuntak)