Senin, 18 Agustus 2014

Mengingat Kebaikan Allah

“ Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai “ – Maz 145:7

Kepada Musa, Allah pernah berfirman supaya mereka terus mengingat mujizat yg Tuhan sudah kerjakan. Tahukah anda selangkah kita maju kedepan, maut sudah menanti kita. Oleh karena itu keberadaan kita sekarang hanya karena Allah. Ketika kita bangun kita sehat, kita dihalau dari bahaya dalam perjalanan, itu juga mujizat. Kita harus terus mengenang mujizat dan kebaikan Allah supaya kita dapat terus berharap kepada Tuhan.

“Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?” (Maz 116:12). Tidak ada yg dapat kita beri untuk membalas kebajikan Allah. Segala kebaikan Allah itu harus diingat dan dimahsyurkan. Ada beberapa point kebaikan Allah yg harus kita sadari dan mahsyurkan :

·       Tuhan selalu menopang kehidupan kita. Maz 145:14 – “ TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh … “. Ketahuilah sekalipun kita jatuh, kita tidak akan tergeletak karena Dia menopang hidup kita. Dalam Ibrani 1:3 dikatakan bahwa Dia menopang dengan Firman. Firman adalah pribadi Allah sendiri dan Firman tidak pernah salah.

·    Tuhan selalu memagari kita dengan Perisai. Maz 5:13 – “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai”

·         Dia yg memberikan segala sesuatu

( FT  Ibadah Minggu Sore, 03 Agustus 2014, Oleh : Pdt Yohanes Simanjuntak )

Kamu juga bisa temukan lirik lagu rohani kristen disini .. God bless u


KASIH ALLAH

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16) 

Tidak ada yg lebih besar dari kasih Allah, karena kasih Allah adalah kasih yg tidak terbatas. 
Kasih Allah digambarkan dalam 5 bentuk, yaitu :

1.       Kasih Allah seperti Kasih seorang Bapa
Seorang bapa dunia saja tidak akan memberi kalajengking ketika anaknya meminta roti. Kasih Allah digambarkan jg seperti kasih seorang Bapa, dan Bapa yg baik pasti akan mendidik dan medisiplinkan kita, Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!“ (Wahyu 3:19)

2.       Kasih Allah seperti Kasih seorang Ibu
Kasih Bapa juga digambarkan seperti kasih seorang ibu, yaitu selalu ingin melindungi anaknya, lemah lembut, dan tidak bisa melupakan anaknya. Ibu yg sesuai dgn standart Alkitabiah pasti detail, begitu juga dengan Allah kita, Dia detail tahu kebutuhan kita.

3.       Kasih Allah seperti kasih seorang mempelai laki-laki
Allah digambarkan seorang mempelai laki-laki, dan kita mempelai wanita. Yang paling mendasar dari sepasang kekasih adalah menjaga kekudusan. Dia sebagai mempelai laki-laki ingin berjumpa dengan kita dalam pakaian kekudusan. Kekudusan adalah dasar berkat Tuhan dicurahkan. Bagian kita adalah memutuskan tawaran dunia.

4.       Kasih Allah seperti Kasih seorang Sahabat
Tidak ada kasih yg lebih besar dari kasih seorang yg mau memberikan nyawaNya bagi sahabatNya. “…tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yoh 15:15)
5.       Kasih Allah seperti Kasih seorang Gembala
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yoh 10:11)

Peliharalah terus kasih Allah itu dalam hidupmu ! (Efesus 5:2)

(FT  Ibadah Minggu Pagi, 03 dan 10 Agustus 2014, Oleh : Pdt Yohanes Simanjuntak)

kamu jg bisa temukan lirik lagu rohani kristen disini , God bless u